Posted by : Sarang_Kunti Maret 19, 2013

Batuan adalah agregat padat dari mineral, atau kumpulan yang terbentuk secara alami yang tersusun oleh butiran mineral, gelas, material organik yang terubah dam kombinasi semua komponen tersebut.

Macam-macam Batuan

Batuan Beku

Batuan beku atau igneus (dari bahasa latin: ignis "api") adalah batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi baik dibawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun diatas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik).
Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku dibagi menjadi dua jenis yaitu ekstrusif dan intrusif

Batuan Beku Ekstrusif

Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung di permukaan bumi. Batuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagai struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut. Struktur ini diantaranya:
  1. Masif, yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat seragam
  2. Sheeting joint, yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan
  3. Columnar joint, yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil
  4. Pillow lava, yaitu struktur yang menyerupai bantalan yang bergumpal-gumpal. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air
  5. Vesikular, yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan beku. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan
  6. Amigdaloidal, yaitu struktur vesikular yang kemudian terisi oleh mineral lain seperti kalsit, kuarsa atau zeolit
  7. Struktur aliran, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran

Batuan Beku Intrusif

Batuan beku intrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dibawah permukaan bumi. Jenis batuan ini dibagi lagi menjadi 2 bagian, konkordan dan diskordan
  1. Konkordan yaitu batuan beku intrusif yang terbentuk sejajar dengan lapisan disekitarnya
  2. Diskordan yaitu batuan beku intrusif yang terbentuk memotong dengan lapisan disekitarnya
Jika dalam tekstur, batuan beku dapat dibedakan menjadi:

Kristalisasi

  1. Holokristalin, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh kristal
  2. Hipokristalin, yaitu batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas
  3. Holohyalin, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh gelas

Ukuran Butir

  1. Phaneritic, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh mineral-mineral berukuran besar
  2. Aphanitic, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh mineral-mineral berukuran halus

Bentuk Kristal

  1. Euhedral, yaitu bentuk kristal yang sempurna
  2. Subhedral, yaitu bentuk kristal yang kurang sempurna
  3. Anhedral, yaitu bentuk kristal yang tidak sempurna

Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena proses pengendapan (sedimentasi) dan pembatuan atau pemampatan endapan lepas.
Dari jenisnya, batuan sedimen dibagi menjadi 3 bagian
  1. Mekanis yaitu batuan yang terbentuk karena proses pengendapan dan diagenesa hasil pelapukan yang biasanya berupa keratan (fragmen) batuan dan/atau mineral
  2. Kimia yaitu batuan yang terjadi karena proses penguapan, konsentrasi dan pengendapan larutan yang mengandung zat-zat kimia hasil pelapukan
  3. Organik yaitu batuan yang terbentuk karena kegiatan/proses biokimia dan biomekanik seperti karang (hasil pembuatan rumah) oleh binatang laut dan terjadinya penumpukan cangkang (koral, foraminifera), penumpukan tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya.
Batuan sedimen juga dapat diklasifikasikan dari berbagai macam hal seperti batuan beku, diantaranya:

Tekstur Batuan

Ukuran Butiran atau Fragmen
Bongkah (Boulder) 256
Berangkal (Cobble) 64 - 256
Kerakal (Pebble) 4 - 64
Kerikil (Granule, Gravel) 2 - 4
Pasir (Sand) 1/16 - 2
Lanau (Silt) 1/256 - 1/16
Lempung (Clay) 1/256
Bentuk Butiran
Membulat Gravel
Menyudut Puing (Rubble)

Batuan Metamorf


Batuan metamorf adalah batuan yang berubah susunan kimia, mineral atau struktur/teksturnya sebagai akibat adanya kegiatan (peningkatan) tekanan dan/atau bahang/suhu (heat).
Ada 3 proses pembentukan batuan metamorf, yaitu:
  1. Batuan yang diterobos oleh magma sehingga batuan itu terpengaruh dan terubah susunan mineralnya sebagai akibat suhu dari magma. Perubahan ini biasanya pada kedalaman yang tidak begitu besar dan dalam wilayah yang tidak begitu luas. Tingkat perubahan makin melemah dari sumber panasnya. Batuan metamorf yang terbentuk biasanya terbatas disekitar sentuhnya.
  2. Batuan yang mendapat tekanan dan pergeseran (daerah sesar). Batuan ini akan mengalami perubahan bentuk atau strukturnya, biasanya terjadi pada daerah yang nisbi sangat lokal.
  3. Batuan yang makin terbenam atau terkubur (burried) karena penimbunan batuan diatasnya terus menerus. Proses ini biasanya terjadi di wilayah geosinklin dalam kedalaman yang besar dan suhu tinggi, batuan metamorf yang terbentuk biasanya sangat luas

Jenis-jenis Batuan Metamorf

Batuan Metamorf Sentuh

Bila ada kegiatan bahang sedangkan tekanan relatif kecil (tidak terpengaruh), maka akan terjadi perubahan susunan mineral dari batuan. Metamorfosis termal atau sentuh bertalian dengan penerobosan magma (batuan beku), wilayah metamorfosis termal terdapat disekitar sentuh antara batuan beku dan batuan yang diterobosnya.

Batuan Metamorf Mekanis

Bila batuan mengalami tekanan yang tinggi sementara temperatur relatif rendah maka akan terbentuk batuan metamorf dinamo atau mekanis. Metamorfosis ini berlangsung di daerah sesar atau batuan yang mengalami tekanan dari dua arah yang berlawanan, wilayah cakupannya terbatas di daerah itu.

Batuan Metamorf Regional

Bila batuan mengalami tekanan sekaligus bahang yang tinggi akan mengalami metamorfosis regional. Metamorfosis berlangsung disuatu wilayah dimana terjadi proses pengendapan yang makin menebal dan terkubur di kedalaman yang besar. Wilayah ini biasanya terdapat pada daerah struktur tektonika tertentu yaitu geosinklin, dimana terjadi penurunan kerak bumi yang terus menerus sehingga memungkinkan terjadinya penimbunan batuan yang sangat tebal. Pada kedalaman yang sangat besar, tekanan dan suhu menjadi sangat besar sehingga dapat merubah baik tekstur maupun susunan mineral batuan asal.

Struktur Batuan Metamorf

  1. Tidak berarah
  2. Berarah

Susunan MIneral Batuan Metamorf

  1. Mineral utama (Chief minerals):Kuarsa, feldspar, kalsit, dolomit, talk, muskovit, serisit, klorit, hornblenda, serpentin, biotit, piroksen, actinolit, epidot, olivin, magnetit
  2. Mineral ikutan yang khas (Characterizing accessory minerals): Muskovit, silimanit, kianit, yakut, flogopit, tremolit, wolastonit, albit, andalusit, diopsid, dan sebagainya

Silahkan Berkomentar

Silahkan Berkomentar

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Sarang Kunti - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited by Sarang Kunti -

DMCA.com Protection Status